Amerika Blokir Ekspor Persenjataan Ke Filipina

Amerika Blokir Filipina

Amerika Blokir Ekspor Persenjataan – Amerika terkenal akan negara yang adidaya. Julukan itu diberikan ke Amerika tanpa sebab. Dikarenakan selain memegang peran penting di dunia dalam faktor pertumbuhan ekonomi. Amerika juga merupakan negara yang memegang peran penting di dalam faktor militernya. Tak diragukan lumayan banyak negara berkembang seperti di asia tak terkecuali Indonesia yang mengimport senjata militer dari negara adidaya itu.

Filipina contohnya,Negara itu sejak 25 tahun yang lalu sudah mengimport senjata militer dari Amerika Serikat. Rogrido Duterte Presiden Filipina saat ini mengatakan kedua negara itu telah berkomitmen memberi filipina pinjaman lunak. Selama 25 tahun untuk membeli peralatan militer. Menurut lembaga penelitian Stockholm Internasional Peace Research Institute,hampir sekitar 75 persen impor senjata oleh Filipina sejak 1950 sampai saat ini datang dari Amerika Serikat.

Saat ingin mengumumkan perubahan kebijakan pertahanan itu,Duterte menyatakan bahwa dirinya ingin membeli persenjataan yang murah tanpa syarat,dan transparan. “Kami membutuhkan peralatan militer yang bisa digunakan untuk operasi melawan pemberontakan. Dan kami tidak butuh F-16 (yang diproduksi AS) karena kami tidak berniat memulai peperangan dengan negara manapun.” Demikian kata Duterte. Presiden yang kontroversial tersebut. Satu hari sebelumnya,Duterte juga meminta Amerika Serikat untuk menarik pasukan khusus yang ditempatkan di Mindanao sejak 2002. Dengan alasan demi keselamatan mereka dalam menghadapi kelompok bersenjata Abu Sayyaf.

Sementara itu juru bicara Duterte,Ernesto Abella,mengatakan bahwa Filipina akan terus menghormati perjanjian perdamaian dengan AS.”Kami tidak berkhianat kepada siapapun,kami hanya ingin mengupayakan independensi,” kata dia. Menteri Luar Negeri Perfecto Yasay juga mengklarifikasi pernyataan Duterte dengan mengatakan. “Tidak ada perubahan kebijakan apapun terkait persekutuan dekat kami dengan AS.

Alasan Pemblokiran Filipina

Pemblokiran terhadap Filipina berawal terjadi karena Presiden Filipina Rogrido Duterte sebelumnya telah menghina Presiden Barack Obama sebagai “Anak pelacur”. Dan juga ia telah mengusir pasukan AS yang bertugas di Mindanao, Filipina Selatan. Dalam rangka patroli bersama Filipina di kawasan sengketa Laut China Selatan. Sebagai respon atas pembangunan pulau buatan di wilayah tersebut oleh beijing. Dan sekarang Duterte telah mengindikasikan akan membeli senjata baru dari negara China dan Rusia. Untuk menangani persoalan terorisme dan pemberontakan di bagian selatan negaranya.

 

Untuk berita selanjutnya klik disini.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *