HEBOH PELUCUTAN ATRIBUT FPI BERTATO PORNOGRAFI

Heboh Pelucutan

Heboh Pelucutan, Tidak jauh buah jatuh dari pohon adalah peribahasa untuk menggambarkan bahwa sifat dan perilaku anak biasanya. Tidak jauh dari ayahnya Bagaimana ayahnya, maka anaknya tidak akan jauh berbeda. Kecuali ayahnya meninggalkannya saat masih kecil sehingga tidak ada yang dialaminya bersama sang ayah.

Peribahasa ini sepertinya juga cocok untuk menggambarkan bagaimana kelakuan anggota FPI dengan para pimpinannya. Bagaimana kelakuan pimpinan besar Rizieq, begitulah kelakuan anggotanya. Apakah kelakuan rizieq yang jadi tersangka kasus pornografi juga termasuk??

Awalnya sih saya berpikir terlalu kejam berpikir seperti itu. Tetapi setelah melihat sebuah fakta yang mengejutkan, maka saya akhirnya tidak bisa lagi membantah. Bahwa kelakuan Rizieq yang jadi tersangka kasus pornografi ternyata juga diikuti oleh anggota FPI.

Entah mana yang duluan, Rizieq ditetapkan tersangka kasus pornografi atau kelakuan salah satu anggota FPI yang punya tato pornografi. Tetapi kesamaan ini membuat saya hanya bisa geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak geleng-geleng kepala, yang begituan pun ditiru. Benar-benar loyalitas yang aneh.

Heboh Pelucutan

Fakta tertangkapnya seorang anggota FPI punya tato pornografi sebenarnya terjadi secara kebetulan. Tidak ada maksud khusus melakuakn razia preman atau lain sebagainya, tetapi dalam maksud baik Kepolisian Resor Rembang, Jawa Tengah. Untuk menghindari hal-hal yang tiidak diinginkan di Rembang, seorang anggota FPI tertangkap punya tato pornografi.

Polres Rembang yang ingin menjaga kondisi Rembang tetap kondusif memang berinisiatif mencegat rombongan FPI di Perbatasan Rembang. Polres Rembang yang dipimpin langsung oleh Kapolres Rembang AKBP Sugiarto meminta anggota FPI menanggalkan atributnya. Hal ini dilakukan supaya terhindar dari hal-hal yang bisa memicu provokasi.

Niat baik Polres Rembang ini ternyata diberitakan berbeda oleh akun bernama Front Pembela Islam. FPI memosting status ‘POLISI REMBANG LUCUTI ATRIBUT FPI SECARA PAKSA’. Dalam kronologis yang ditulisnya, akun tersebut menyebut semua atribut FPI disita secara paksa oleh aparat kepolisian yang dipimpin oleh Kapolres. Padahal kejadiannya tidak seperti itu.

Mereka diminta menanggalkan atribut FPI dan diberi kaos atau baju koko baru untuk mengamankan kegiatan yang akan mereka hadiri. Kapolres menilai FPI yang hadir di Rembang dengan atribut yang lengkap. Akan menimbuilkan kemungkinan munculnya kejadian yang tidak baik. apalagi Jateng sudah bersuara menolak ormas FPI.

Nah menariknya, saat akan berganti atribut, salah satu anggota FPI tertangkap memiliki tato berkonten pornografi. Gambar tatonya terlihat jelas menggambarkan wanita yang, maaf, tiidak berpakaian. Tato ini pun sempat jadi perhatian Kapolres, Sugiarto.

SILAKAN DIBACA: JOKOWI LANTIK MA’RUF DAN MEGAWATI JADI PENGARAH PANCASILA

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *