Kapolda Metro Jaya Minta Maaf Atas Pernyataannya

Kapolda Metro Jaya Minta Maaf

Kapolda Metro Jaya, Irjen M Iriawan secara terbuka meminta maaf atas pernyataannya, karena dianggap telah menyinggung kaum wanita. Di mana sebelumnya dia membuat penyataan, agar para polisi untuk memakai rok bila tidak bisa tegas dalam menindak perusuh di Pilgub DKI 2017

“Saya meminta maaf jika ada yang tersinggung atas pernyataan kemarin, tapi saya tidak bermaksud seperti itu,”ujar Iriawan di Cakung, Jakarta Timur, Jumat(25/10/2016)

“Saya tidak bermaksud menyinggung gender. Justru saya angkat, lihat saja yang berhadapan dengan pengunjuk rasa itu Polwan, baru setelah tertekan di belakangnya ada pasukan khusus,”sambungnya.

Irjen Iriawan bermaksud menujukan kata-katanya untuk para kapolres di wilayah hukumnya, agar bisa melayani, mengayomi masyarakat dengan tegas sebagaimana mestinya, tapi ada batasannya.

“Iya lah, kan mereka sudah ditempati di Jakarta, itu kapolres pilihan jadi harus bisa memilah mana melayani, melindungi, dan bertindak tegas, tapi ada batasannya, kalau saya tegas dan humanis. Jadi kapolres tuh kalau demo jangan didekat wanita, di tempat lemah lembut itu maksud saya. Nggak ada maksud melecehkan wanita. Di tempat Polri ada kapolres yang wanita,” pungkasnya.

Sebelumnya, saat pertemuan dengan para tim sukses cabug DKI, Kapolda Metro Jaya meminta agar para anggotanya untuk siap siaga dan tidak takut dalam menindak siapa saja yang berbuat onar dengan berani menembakkan mereka ke arah pantat sampai bagian bawah.

“Siapa saja yang bikin onar, polisi harus berani tembak dari pantat ke bawah!” tegas Iriawan di depan para tim sukses para pasangan calon Gubernur DKI, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (27/10/2016)

“Kalau tidak berani tembak, ukur saja lingkar pinggang kalian, lalu bikin rok!” sambungnya sambil bergurau.

Dikecam

Anggota Komisi III DPR, Sufmi Dasco Ahmad, mengecam pernyataan tersebut. Karena menganggap kata “rok” sama saja dengan menganggap gender wanita itu lemah, termasuk para Polwan.

“Sikap Kapolda yang sebenarnya terkait masalah gender, karena pengguna rok adalah wanita artinya Kapolda menganggap wanita adalah makhluk yang tidak mampu bersikap tegas dan berani, berarti polisi wanita (Polwan) yang ada di Jakarta dianggap apa oleh Kapolda Metro Jaya?”Kata Dasco dalam pernyataannya melalui pesan singkat.
Dasco yang juga Politisi Partai Gerindra, menganggap penyataan Kapolda Metro Jaya itu keterlaluan. Dia menuntut mantan Kadiv Propam Polri tersebut untuk meminta maaf.

“Saya minta Kapolda untuk menarik ucapannya dan meminta maaf secara terbuka, statemennya sangat melecehkan kaum wanita. Karena ketegasan dan keberanian itu tidak bisa diukur berdasarkan jenis kelamin.,”ujarnya.

 

Baca Juga Perang Dunia III Sudah Berada di Ambang Pintu

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *