KELOMPOK PENYEBAR KEBENCIAN DI MEDSOS

Kelompok Penyebar

Kelompok Penyebar Kebencian, Satgas Patroli Siber Bareskrim Polri berhasil mengungkapkan para pelaku penyebar kebencian. Dan konten yang menjelekkan suku agama ras dan antar golongan dimedia sosial. Beraksi sejak tahun 2015 , kelompok bernama Saracen itu bekerja secar Prosfesional dan memiliki ribuan akun.

Mereka memasang tarif hingga puluhan juta rupiah, Kasubdit 1 Direktorat Tindakan Pidana Siber Bareskrim Polri Kombas Pol Irwan Anwae menyebut. Tiga orang tersangka yang ditangkap adalah inisial  JAS 32 tahun, MFT 32 tahun dam SRn 32 tahun. ‘

Kelompok Saracen memiliki struktur sebagaimana  layaknya organisasu pada umumnya dan melakukan aksinya sejak bulan november 2015. JAS berperan sebagai ketua kelompok Saracen, MFT sebagai koordinator bidang media dan informasi. Dan SRN sebagai koordinator grup wilayah Jawa Barat.

Para pelaku tertangkap di Pekanbaru, riau pada 7 Agustus 2017 yaitu JAS. Lalu MFT ditangkap di kawasan Koja, Jakarta Utara pada 21 Juli 2017. Sedangkan SRN ditangkap di Cianjur, Jawa Barat pada 5 Agustus 2017. Barang bukti yang disita dari JAS ada 50 simcard bebagai operator. 5 Hardisk CPU, 1HD laptop, 4 ponsel, 5 flashdisk dan 2 memory card.

Dari MFT i ponsel, 1 memory card, 5 simcard dan 1 flasdisk dan dari SRN 1 laptop. Dan ditambah hardisk, 2 ponsel , 3 simcard dan 1 memory card. JAS yang menjadi ketua dalam jaringan  Saracen merupakan otak kejahatan Siber. Ini dan memiliki kemapuan di atas rata-rata anggotanya. Dan pelaku memiliki kemampuan untuk merecovery akun anggotanya yang diblokir. Dan bantuan pembuatan berbagai akun baik bersifat reak, semi anonymous maupun anonymous.

Kelompok Penyebar

Sedangkan MFT bertugas memproduksi dan menyebarkan konten ujaran kebencian berbau SARA melalu sejumla media sosial. Dia juga mengunggah meme atau foto editab bernuansa kebencian melalui akun pribadi miliknya. Dalam aksinya Saracen membuat konten hate speech dan isu SARA untuk menyerang tokoh atau kelompok tertentu. Termasuk partai politik sesuai dengan isu yang tengah berkembang.

Namun Irawan enggan mengungkapkan  siapa saja yang pernah menggunakan jasa Saracen ini. Untuk menjalankan aksinya menyebar konten ujaran kencian Saracen memiliki akun yang mencapai ribuan. Sementara itu Kasubag Ops Satgas Patroli Siber Bareskrim Polri AKBP. Susatyo Purnomo menambahkan bahwa nominal yang ditawarkan oleh Saracen bisa mencapai Rp. 100 Juta. Dlam setiap proyek ujaran kebencian SARA dia menawarkan Rp. 75 juta samapai Rp. 100 juta.

Soal motif para pelaku, Kombes Irwam Anwae mengatakan para pelaku beraksi demi mendapatkan keuntungan ekonomi. Karena mereka juga punya media online mereka juga Share kontennya sehingga medapat rating tinggi.

 

Atas perbuatan mereka dikenakan tindak pidana ilegal akses sebagaimana dimaksud dalam pasal 45 ayat 2 jo pasal 30 ayat 2. Dan atau Pasal 46 ayat 1 jo Pasal 30ayat 1 UU ITE Nomor 19 tahun 2016. dengan ancaman penjara 7 tahun penajara.

SILAKAN DIBACA : BAHAGIA WARGA PERBATASAN AKHIRNYA BISA MENIKMATI LISTRIK

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *