PERTAMA KALI DALAM SEJARAH DONALD TRUMP SAMBANGI JOKOWI

Pertama Kali

Pertama Kali Dalam Sejarah, Fenomena Trumpt pasca terpilih jadi Presiden Amerika Serikat memang menuai kontroversi. Dunia Internasional maupun Nasional Kata-katanya menyinggung agama tertentu (dalam hal ini Islam). Sampai kepada kebijakannya yang kontroversi melarang agama Islam masuk ke Amerika. Dentuman kian menyengat pasca itu, yang mengganggu perdamaiaan dunia dan toleransi.

Sikap rasis ini membuat negara lain dunia bahkan dalam negeri Amerika Serikat sendiri pun geram dengan Donald Trumpt. Dimana, saat itu ada bentrokan di Chicago karena pernyataannya yang SARA tersebut. Bukan hanya itu, fenomena Trumpt juga berulang kali mencap Cina sebagai ‘manipulator mata uang’. Menyerukan pendirian “tembok besar” di sepanjang perbatasan AS-Meksiko, yang didanai Meksiko. Demi membendung arus imigran tak berdokumen resmi dan penyalur narkotika ke wilayah AS. Dan Secara khusus dia menunjukkan sikap bermusuhan terhadap perdagangan bebas, terutama kawasan perdagangan bebas Amerika Utara (Nafta).

Masih banyak lagi sikap kontroversi Trumpt yang banyak ditakuti oleh pemikir-pemikir dunia soal fenomena terpilihnya Trumpt. Menjadi Presiden Amerika Serikat Presiden Joko Widodo akan menjadi salah satu pembicara utama dalam Konferensi Tingkat Tinggi. Kelompok Negara 20 atau G20 di Hamburg, Jerman Di KTT G20 itu sendiri. Indonesia akan menekankan tiga hal dalam hubungan bilateral. Pertama, soal keberlanjutan dalam sektor ekonomi. Kedua, tentang ketahanan ekonomi. Ketiga, tanggung jawab negara-negara terhadap pembangunan dunia yang beradab.

Kita tau sebelumnya, Presiden Jokowi sangat gencar dalam hal pemberantasan Terorisme dengan ide cermerlang. Yang beliau sampaikan penanganangan lewat soft power dan hard power. Dimana, Marawi sebuah kota di Filipina yang kini dikuasai oleh jaringan kelompok ISIS. Menjadi kota mati dan membuat warga setempat harus terpaksa menjadi pengungsi. Dan kita tau, Marawi yang sudah dilululantahkan ISIS kini telah menyebar dan afiliasi dengan teroris lokal terus terjadi.

Kewaspadaan kita sebagai negara tetangga Filipina. Menjadi keseriusan kita bersama mengawal dan terus waspada agar virus terorisme. Maupun sengkuni atau gerombolan ISIS ini, bisa dimentahkan dari Negara kita. Kewaspadaan ini, tentu menjadi tugas kita semua sebagai anak bangsa. Bukan saja Pemerintah menurut saya, tetapi tokoh lintas agama. Tua- tua adat di daerah (lewat pendekatan kultur) untuk mengkampanyekan ke masyarakat.

Pertama Kali

Terhadap paham atau virus yang dihembuskan oleh terorisme lewat paham radikal ini. Bentangan kebhinekaan dari sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. Dengan karakteristik beragam suku, agama, bahasa dan budaya membentuk satu kesatuan menjadi Indonesia. Dalam kitab sutasoma yang ditulis oleh Mpu Tantular, kita menemukan bunyi lengkap dari ungkapan Bhinneka Tunggal Ika. Tertulis “Rwaneka dhatu winuwus Buddha Wiswa. Bhinneki rakwa ring apan kena parwanosen, Mangka ng Jinatwa kalawan Siwatatwa tunggal. Bhinneka tunggal ika tan hana dharma mangrwa”. Bahwa, agama Budha dan Siwa (Hindu) merupakan zat yang berbeda.

Tetapi nilai kebenaran Budha dan Siwa adalah tunggal. Dalam keberagaman itu, menyimpan banyak nilai yang menjadi warisan secara turun –temurun sehingga. Menjadi adat istiadat, dan dipercaya sebagai tuntunan serta pengatur interaksi. Dalam masyarakat setempat Pelaksanaan sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Dimana seluruh pemuda dari seluruh penjuru nusantara mengikrarkan sumpah. Dengan tekat kuat sebagai satu bangsa. Satu bahasa dan satu tanah air. Para pendiri bangsa kita, secara taat mewarisi ajaran Mpu Tantular.

Dibuktikan dengan dalam proses perumusan konstitusi Indonesia, dimana Moh. Yamin merupakan tokoh yang pertama kali mengusulkan kepada Soekarno agar Bhinneka Tunggal Ika. Dijadikan sebagai semboyan sesama negara Peristiwa bersejarah ini. Mengingatkan kepada kita, bahwa keberadaan bangsa ini dibangun dengan diatas semua keberagaman yang ada. Dengan tekat membentuk negara Indonesia yang utuh dan kuat. Bentuk perbedaan yang ada, bergabung menjadi satu kesatuan yang utuh.

Pertama kali

Dengan prinsip tanpa menghilangkan identitas yang telah tumbuh dan berkembang dimasyarakat . Lintasan panjang sejarah ini, mengantarkan bangsa kita, ke depan pintu gerbang kemerdekaan. Dan menguatkan kembali keyakinan kita, bahwa ke-Indonesian kita dibangun dengan berbagai macam identitas. Didalamnya, tersirat makna bahwa segala nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat Indonesia.

Menjadi benteng pelindung dalam mengatur tata hidup masyarakat dan bangsa Indonesia. Tersirat pula tanggung jawab sosial menjaga seluruh tata nilai yang hidup dan berkembang. Dengan tujuan menjaga keutuhan Indonesia. Mencermati keseluruhan dinamika sosial kebangsaan kita. Menegaskan bahwa kebhinekaan kita menjadi kekuatan sekaligus menjadi ancaman terhadap kehidupan bernegara.
Berbagai bentuk perbuatan intoleransi yang terus terjadi menjadi contoh bahwa, proses berbangsa kita belum selesai.

Kita mesti melihat dan membaca dengan kesadaran kritis bahwa tindakan intoleransi tersebut. Merupakan sobekan kecil yang mampu merusak tata sosial kita Kehadiran Jokowi dalam KTT G20. Leader’s Retreat di Jerman soal Tetorisme tejawab sudah dan mempertegas tekad Jokowi di mata dunia Internasional. Bahwa, Jokowi siap jadi garda terdepan dalam pemberantasan terorisme baik dalam negeri maupun luar negeri.

SILAKAN DIBACA: PAN DESAK KPK UNTUK MINTA MAAF KE AMIEN RAIS

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *