Siswa dan Ayahnya Resmi di Tetapkan Sebagai Tersangka Pengeroyokan

Kasus pemukulan siswa hingga membuat ayahnya mengeroyok guru terus berlanjut , sekarang telah ditetapkan oleh Polsek Tamalate , Makasar , siswa dan ayahnya sebagai tersangka pengeroyokan. Siswa berinisial MAS ( 15 ) bersama ayahnya Adnan Achmad ( 43 ) melakukan penganiayaan terharap gurunya di SMKN 2 , Drs Dasrul ( 52 ).

Didepan guru SMKN 2 dan unsur PGRI Sulsel yang diketuai oleh Prof Wasir Thalib , Kapolsek Tamalate , Kompol Azis Yunus mengatakan “kita sudah tetapkan sebagai tersangka ayah dan anak ini. Kita kenakan pasal pengeroyokan yakni pasal 170 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara.” Padahal sebelumnya menurut Chaidir Madja , Kepala Sekolah SMKN 2 , MAS siswa yang mengeroyok guru Dasrul itu hanya terancam dikeluarkan dari sekolah karena tindakan tersebut dianggap perbuatan pidana.

Setelah menjadi tersangka kedua ayah dan anak itu ditahan di Mapolsek Tamalate untuk menjalani proses hukum , kata Azis. Adapun guru yang dikeroyok , Drs Dasrul setelah memberikan keterangan pada Rabu ( 9/8 ) kemarin , sekarang berada di Rumah Sakit Bhayangkara untuk melakukan perawatan medis , karena setelah aksi pengeroyokan tersebut membuat sistem pernapasan guru Dasrul terganggu.

Adnan Achmad ayah dari siswa MAS ini memasukan laporan balik untuk guru Dasrul atas tuduhan pemukulan terhadap anaknya MAS , dan dengan menggunakan alasan itu ayah dari MAS ini membela dirinya atas kasus pengeroyokan yang dilakukan bersama anaknya MAS.

Kedua laporan tersebut sekarang ditangani bersamaan. Tapi untuk laporan dari tersangka untuk guru Dasrul belum ditetapkan tersangka karena masih proses awal dan belum ditemukan kesalahan dari guru yang menghukum siswa nya karena siswa nya mengeluarkan kata kotor seperti “sundala” ( sundal , Makassar ) dan sempat menendang pintu dan terjatuh sendiri karena kaki nya tersandung pintu.

Unjuk rasa pun dilakukan oleh Kepala Sekolah , ratusan guru dan siswa SMKN 2 untuk memberikan dukungan terhadap guru Dasrul yang menjadi korban pengeroyokan ayah dan anak ini , Unjuk rasa pun dilakukan di Mapolsek Tamalate.

Sebelum Chaidir beranjak ke Polsek Tamalate untuk melakukan unjuk rasa , Chaidir mengatakan tindakan siswanya MAS yang memukul guru itu sangat tidak pantas . Sejumlah orangtua siswa lainnya juga sangat penyetujui pernyataan yang dikeluarkan Chairil selaku Kepala Sekolah di SMKN 2. Beberapa orangtua siswa meminta agar pelaku dikeluarkan dari sekolahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *